Jaspal sering menekankan bahwa keterjangkauan dan aksesibilitas tidak boleh mengorbankan kualitas. Banyak institusi menurunkan standar untuk mengatasi tantangan dalam mencari guru berkualitas di luar kota besar. Namun, Inspirasi telah mengatasi masalah ini dengan strategi perekrutan dan pelatihan guru yang inovatif.

Bekerja sama dengan Deloitte (Singapura), Jaspal mengembangkan metodologi yang terinspirasi dari praktik terdepan perusahaan-perusahaan kelas dunia seperti Google dan Apple. Strategi ini berfokus pada evaluasi baik keterampilan maupun sikap guru. Di SIS dan sekolah Inspirasi, para guru dilatih untuk menjadi EFFECTOR—sebuah konsep unik yang dirancang untuk memaksimalkan hubungan guru-siswa dan meningkatkan hasil pembelajaran.
Model EFFECTOR
Model EFFECTOR mencakup delapan sifat penting yang mendefinisikan pengajaran yang luar
biasa:
1. Earnestness – Kesungguhan: Menunjukkan rasa pengorbanan dan inklusivitas.
2. Humor – Humor: Menggugah siswa melalui keceriaan dan keterhubungan.
3. Firmness – Ketegasan: Menetapkan batas yang jelas untuk menjaga disiplin dan rasa hormat.
4. Enthusiasm – Antusiasme: Menunjukkan gairah dan energi dalam mengajar.
5. Consistency – Konsisten: Menerapkan metode yang dapat diandalkan dan efektif.
6. Timeliness – Ketepatan Waktu: Bertindak dengan cepat dan efisien.
7. Open-mindedness – Keterbukaan Pikiran: Menghargai perspektif yang beragam dan beradaptasi dengan ide-ide baru.
8. Research-mindedness – Berorientasi Penelitian: Menerapkan strategi inovatif untuk meningkatkan pengajaran dan pembelajaran.
Sifat-sifat ini memastikan bahwa guru tidak hanya memberikan pendidikan berkualitas tinggi tetapi juga membangun hubungan yang bermakna dengan siswa mereka.