Penulis: Indri Savitri, S.Psi, M.Psi, Psychologist, Child Psychotherapist

Anak-anak dengan kebutuhan khusus adalah individu yang menghadapi tantangan dalam perkembangan fisik, mental, emosional, atau sensorik. Faktor bawaan dan lingkungan berperan dalam menentukan perkembangan mereka, yang bisa bervariasi antar individu. Jenis-jenis disabilitas yang sering ditemukan antara lain: disabilitas fisik (seperti kelumpuhan atau cerebral palsy), kesulitan belajar khusus (membaca, menulis, berhitung), disabilitas perkembangan menyeluruh (global developmental delay), autisme, gangguan emosional dan perilaku, disabilitas sensorik (pendengaran dan penglihatan), anak berbakat (gifted), dan kondisi medis khusus (seperti epilepsi).
Untuk mendukung perkembangan anak berkebutuhan khusus, pendekatan holistik diperlukan, meliputi kasih sayang, program pendidikan inklusi, serta terapi yang sesuai. Program sekolah disesuaikan dengan tingkat dukungan yang dibutuhkan anak. Pendekatan yang digunakan dalam menentukan pendidikan yang tepat adalah multi-tier system of support (MTSS), yang terdiri dari tiga tingkat. Pada tingkat pertama, pembelajaran dilakukan dalam kelompok besar dengan tujuan pembelajaran yang dapat diikuti oleh lebih dari 80% anak. Di tingkat kedua, pembelajaran disesuaikan untuk mengurangi kesenjangan kompetensi anak melalui intervensi spesifik, seperti program tambahan untuk anak yang kesulitan memahami materi. Pembelajaran pada tingkat ini umumnya dilakukan dalam kelompok kecil. Tingkat ketiga adalah intervensi individual yang fokus pada kebutuhan spesifik anak, dengan strategi pembelajaran yang disesuaikan.
Penting bagi orang tua untuk memastikan jenis dukungan yang diperlukan anak dengan melibatkan psikolog, dokter tumbuh kembang, psikiater, dan dokter rehabilitasi medis. Kolaborasi ini membantu dalam mendiagnosis dan merencanakan intervensi yang tepat.
Di sekolah, anak dengan kebutuhan khusus umumnya diterima dengan kuota sekitar 10% dari jumlah siswa dalam satu kelas. Misalnya, pada kelas dengan 25 murid, sekolah menerima dua anak berkebutuhan khusus. Ketika anak memerlukan program berbeda, guru pendamping atau shadow teacher akan membantu dalam proses pembelajaran. Pembelajaran di kelas harus mempertimbangkan kenyamanan dan suasana belajar yang kondusif untuk semua anak.
Selain pendidikan, terapi juga perlu dilakukan secara konsisten dan berkesinambungan, dengan menerapkan keterampilan yang dipelajari dalam kehidupan sehari-hari di rumah. Beberapa terapi yang umum diberikan antara lain terapi wicara untuk meningkatkan kemampuan berbicara dan komunikasi, terapi okupasi untuk mengembangkan keterampilan motorik halus dan kemandirian, terapi sensori integrasi untuk membantu anak mengelola diri dan perilaku, terapi fisik untuk meningkatkan mobilitas dan kekuatan fisik, serta terapi perilaku untuk mengatasi tantangan perilaku dan emosi.
Dengan pendekatan yang tepat, anak dengan kebutuhan khusus dapat bersekolah di sekolah inklusi dan berkembang dengan optimal. Dukungan orang tua yang konsisten serta kolaborasi antara orang tua dan sekolah sangat penting untuk memastikan keberhasilan pendidikan anak. Fokus utama adalah mengembangkan potensi holistik anak, agar mereka dapat belajar, beradaptasi, mengembangkan minat, dan berkontribusi kepada masyarakat.